Begonia ranoposoensis, Spesies Baru Endemik Sulawesi dari Danau Poso

0
504
Bunga Betina , Begonia ranoposoensis , spesies baru Endemik Danau Poso yang ditemukan dalam perjalanan Ekspedisi Poso. Foto : Kurniawan Bandjolu

“Keanekaragaman hayati Sulawesi yang tinggi masih memungkinkan kita untuk terus menemukan spesies- spesies baru baik flora maupun faunanya”

Ekspedisi Poso terus menemukan hal-hal baru yang menakjubkan. Beberapa ditemukan dengan sengaja karena menjadi tujuan ekspedisi, beberapa ditemukan tanpa sengaja. Salah satunya Begonia ranoposoensis. Ini berawal dari cuplikan 3 detik video yang diambil dalam perjalanan Ekspedisi Poso ke-3 di bulan April 2021. Tim arkeologi dan antropologi Ekspedisi Poso yang terdiri dari Iksam Djorimi, Neni Muhidin, Lani Mokonio, Ray Rare’a dan Basrul Idrus melakukan Eksplorasi di Kompleks Gua Torau di kecamatan Pamona Barat . Eksplorasi ini bertujuan untuk menelusuri jejak pra sejarah yang ada di sekeliling Danau Poso. Iksam, arkeolog yang menjadi tim ahli Ekspedisi Poso menyebutkan gua-gua dengan cerita tentang wabah, cerita tentang pemakaman leluhur tradisional, atau cerita kawasan yang hilang, adalah sebagian dari petunjuk pra sejarah Poso. Hasil perjalanan itu terdokumentasi dalam video yang kemudian diposting pada akun Instagram @Mosintuwu pada 16 April 2021.

Video tersebut dikomentari oleh Nur Herjayanti yang sepintas melihat tumbuhan Begonia di mulut salah satu gua. Nur menyebutkan nama Wisnu Ardi (Peneliti Kebun Raya Bogor, BRIN) dalam komentarnya. Beberapa saat setelah itu Wisnu Ardi langsung menghubungi saya untuk melakukan observasi kembali ke lokasi dimana Begonia tersebut terlihat. Dia menduga, yang terlihat sekilas di video itu jenis Begonia yang belum terdeskripsi yang sebelumnya. Wisnu pernah melakukan riset dan mengoleksi jenis tumbuhan dari  Air Terjun Saluopa.

Komunikasi dengan Wisnu, membawa saya kembali ke komplesk Gua Torau di bulan  November 2021 ditemani fotografer Basrul Idrus. Saya  mengambil beberapa foto sambil mengkoordinasikannya dengan Muh. Fajri Ramadhan (Universitas Tadulako) dan Wisnu Ardi. Sembilan hari kemudian, saya kembali lagi untuk melengkapi  beberapa foto yang kurang, yaitu stipula (daun penumpu) dan bunga betina .Pengoleksian ini kemudian diberi nomor koleksi BK 002 lalu disimpan di Herbarium Celebense (CEB).

Baca Juga :  Membincang Taman Bumi Danau Poso, Mungkinkah?

Hasilnya, ini adalah endemik baru flora di Danau Poso. Habitat tumbuhan ini di tebing kapur vertikal, pintu masuk gua atau lantai hutan di hutan karst dataran rendah.

Sebagai sebuah jenis baru , kami berdiskusi kembali untuk proses publikasinya di jurnalnya bersama dengan para ahli. Awalnya saya diminta menjadi penulis pertama, karena saya dilihat sebagai  peneliti lokal dan kolektor sampel. Saya menolak kehormatan itu karena merasa belum punya cukup ilmu, khususnya ilmu Taksonomi untuk mendeskripsikan spesies baru. Saya mengusulkan Muh Fajri Ramadhan sebagai penulis pertama. Akhirnya komposisi penulis jurnalnya adalah Muh Fajri Ramadhan disusul saya kemudian  Wisnu Ardi dan Daniel Thomas sebagai ahli yang menyempurnakan tulisan.

Jurnal Internasional yang memuat Begonia ranoposoensis

Yang membanggakan adalah kehormatan yang diberikan kepada saya untuk  memberi nama spesies baru ini. Cukup lama memikirkan apa nama spesies yang cocok. Akhirnya saya pilih nama Begonia ranoposoensis . Julukan khusus berasal dari nama lokal tempat spesies itu ditemukan dan dikumpulkan – Rano Poso (Bahasa Pamona): Danau Poso. Nama ini secara resmi terdaftar setelah diterbitkan melalui Jurnal Internasional Taiwania yang terbit 24 April 2023, ditulis bersama oleh Muh. F. R. M. Saleh (Univ. Tadulako), saya Kurniawan P. Bandjolu (Institut Mosintuwu), Wisnu H. Ardi (Kebun Raya Bogor, BRIN), Daniel C. Thomas (Kebun Botani Singapura).

Apa Sih Begonia Itu?

Di dunia, ada lebih dari 2.000 jenis Begonia. Selain di tepi Danau Poso, jenis lain Begonia juga terdapat di sejumlah tempat. Dikutip dari sejumlah sumber, Begonia adalah jenis tanaman dari family Begoniaceae. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman berbunga yang paling besar jumlahnya. Umumnya begonia bisa ditemukan di daerah beriklim subtropis atau tropis lembap, seperti di Amerika Selatan, Afrika dan Asia.

Baca Juga :  Perempuan Poso Membangun Indonesia dari Poso

Bentuk daun begonia sangat beragam, antara lain oval, menjari, berbentuk seperti terompet, berumbai-umbai. Ukuran daunnya ada yang besar, sedang, dan kecil. Permukaan daun Begonia ada yang datar, berkerut, berbulu, licin, dll. Motif daunnya juga bermacam-macam, ada yang polos, bercak- bercak, bergaris, bermotif lurik seperti batik, atau totol-totol.

Spesies ini tumbuh di wilayah yang lembab, tanah berhumus, dan di tempat yang sedikit ternaungi (Munawaroh & Siregar, 2018). Tumbuhan Begonia dapat ditemukan pada perbukitan dan hutan hujan tropik dataran rendah hingga pegunungan berketinggian sampai 2.400 m dpl (Pandikumar, Babu, & Ignacimuthu, 2010).

Begonia ranoposoensis , spesies baru Endemik Danau Poso. Foto : Kurniawan Bandjolu
Begonia ranoposoensis , spesies baru Endemik Danau Poso yang ditemukan dalam perjalanan Ekspedisi Poso. Foto : Kurniawan Bandjolu

Tidak banyak spesies Begonia di Sulawesi. Begonia ranoposoensis dapat dibedakan dari spesies lain yang mirip dengan morfologi perbungaannya, morfologi buah dan beberapa karakter lainnya. Spesies ini diketahui hanya ada di Sulawesi Tengah (Kabupaten Poso, Kecamatan Pamona Puselemba, Gua Torau, air terjun Saluopa, Leboni); Sulawesi Selatan (Soroako, Karrebe).

Punya Beragam Manfaat Namun Terancam Punah

Di website https://www.iucnredlist.org/search?query=begonia&searchType=species terlihat sebagian besar spesies ini dalam kondisi terancam punah. Begonia spesies ini hanya diketahui sebarannya di beberapa tempat dan tengah mengalami invasi manusia yang melakukan aktivitas penambahan pemukiman, perkebunan, pertanian dan pertambangan. Karena itu jika menemukan tanaman ini sebaiknya tidak diambil atau dirusak. Sebab keberadaannya sangat penting untuk menjaga ekosistem sekitar dimana dia tumbuh dan berkembang secara alami.

Beberapa penelitian telah mengungkap beberapa manfaat Begonia dari sisi pengobatan. Peneliti Begonia di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (kini BRIN), Hartutiningsih mengatakan, beberapa jenis begonia sebagai tanaman obat yang diduga dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Penyakit itu di antaranya demam dan penyakit kelamin sipilis. Ada juga yang mengandung zat pencahar atau obat sakit perut.

Selain sebagai tanaman hias, Begonia punya banyak khasiat bagi tubuh kita. Sejumlah komunitas di Indonesia menggunakan tanaman ini sebagai obat. Diantaranya sebagai pertolongan pertama pada luka, Mengurangi nyeri saat haid dan sebagai penurun panas saat demam.

Baca Juga :  Megilu , Menuntut Perlindungan Budaya dan Alam Poso
Bunga Jantan , Begonia ranoposoensis , spesies baru Endemik Danau Poso yang ditemukan dalam perjalanan Ekspedisi Poso. Foto : Kurniawan Bandjolu

Dikutip dari gramedia.com, dijelaskan penggunaannya untuk kesehatan sebagai berikut :

Saat ada bagian tubuh terluka, ambil kurang lebih 15 gram daun begonia, kemudian dicuci hingga bersih, setelah dicuci, haluskan dan tempelkan pada luka tersebut.

Saat kita mengalami demam, ambil daun begonia sekitar 30 gram, cuci dengan bersih, kemudian rebus dengan air mendidih dengan takaran air sekitar 200 ml. Tunggu air mendidih hingga berkurang menjadi setengah, kemudian saring dan setelah dingin dapat diminum.

Saat kamu mengalami nyeri haid, ambil begonia seberat 50 gram, cuci dan direbus dengan takaran air 400 ml. Ketika air sudah berkurang setengah, saring dan baru bisa diminum. Alangkah baiknya diminum sebanyak dua kali sehari.

Ini hanya sedikit dari banyak manfaat lain Begonia. itu sebab penting menjaga kelestariannya.

Keanekaragaman hayati Sulawesi yang tinggi masih memungkinkan kita untuk terus menemukan spesies- spesies baru baik flora maupun faunanya serta manfaatnya bagi alam dan kemanusiaan. Penemuan jenis baru ini semoga memicu penelitian-penelitian lainnya untuk mengungkap manfaat jenis-jenis tanaman ini bagi manusia dan lingkungan sekitarnya.

Penulisan jurnal internasional sekaligus peluncuran keberadaan endemik baru Begonia Ranoposoensis hanya bisa terjadi karena dukungan oleh  Institut Mosintuwu yang mengorganisir perjalanan Ekspedisi Poso. Perjalanan Ekspedisi Poso-lah yang memberikan informasi tentang Goa Torau di Kecamatan Pamona Puselemba. Secara khusus keterlibatan tim geologi Ekspedisi Poso, yaitu Reza Permadi dan Fhirdha Rizqi yang membantu mengidentifikasi jenis batuan (substrat). Dukungan yang murah hati dari peneliti internasional,  Mr Tan Jiew Hoe, presiden Singapore Gardening Society, juga telah membuat penemuan Begonia Ranoposoensis menjadi bagian penting dalam catatan keanekaragaman hayati di dunia internasional.

Penulis : Kurniawan Bandjolu
Editor   : Pian Siruyu

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda