Usaha Desa : Sambal Ibu Fatimah, Pedasnya dirasakan di Luar Negeri

0
1380
Sambal Segar Ibu Fatimah

“Kalau perempuan diberikan kesempatan, niscaya banyak yang bisa dilakukan untuk desa membangun” Kata Fatima, warga Desa Kilo. Pernyataan yang disampaikan Fatimah, anggota Sekolah Perempuan Mosintuwu dalam pertemuan di Festival Hasil Bumi Poso, November silam bukan tanpa alasan. Fatimah dan kelompok perempuan di Dusun Sipatuo, Desa Kilo telah berhasil memproduksi usaha desa dari olahan rica.

Usaha ini dimulai setelah Fatimah mengikuti kurikulum Ekonomi Solidaritas di kelas Sekolah Perempuan Mosintuwu. Rica menjadi pilihan tanaman yang dikembangkan oleh Fatimah. Fatimah tidak takut untuk mengelola kebun rica miliknya yang terletak di wilayah operasi militer di Poso Pesisir bersaudara.  Awal panen, tanaman rica yang dikelola Fatimah berlimpah dan kebingungan mau diapakan. Pengembangan program Ekonomi Solidaritas di Institut Mosintuwu membangun ide pengembangan usaha sambal.

“Waktu itu banyak sekali yang panen rica, banyak rica yang tidak laku dijual. Ada ide untuk membuat rica kemasan. Tidak percaya diri awalnya karena tidak punya ketrampilan atau pengetahuan bagaimana membuat rica bertahan. Tapi saya mencoba . Pertama coba bikin rica kering, lalu coba dibuat rica yang dicampur dengan bawang merah” cerita Fatimah, “ Syukurnya, ada Dodoha Mosintuwu yang mau menampung usaha awal ini”

Baca Juga :  Bingka Wando, Anyaman Warisan PosoBingka Wando, Anyawan Warisan Poso

Sekarang produksi rica yang dinamakan Sambal Ibu Fatimah ini sudah dijual bukan hanya di Dodoha Mosintuwu, tapi dibawa hingga ke negeri Belanda. Hal ini menambah kepercayaan diri Fatimah dengan mengajak semakin banyak ibu-ibu lain bergabung memproduksi usaha mereka masing-masing.

Fatimah bersyukur, usahanya akhirnya menjadi perhatian pemerintah desa. “ Perhatian pemerintah di desa saya atas usaha ini akhirnya datang. Saya dipercayai oleh desa mendapatkan dana sebesar 20 juta rupiah. Dana ini ini kami diskusikan dan berbagi bersama dengan kelompok perempuan di Dusun Maros Desa Kilo, termasuk melengkapi usaha desa tempat saya . Ada bibit rica dan juga alat usaha membuat sambal”

“Kami mengharapkan lebih banyak lagi kelompok perempuan di desa yang diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Satu produk satu desa akan sangat membantu pembangunan di Kabupaten Poso dan mewujudkan desa membangun yang berkeadilan” Sambut Tety Cahyati, koordinator Ekonomi Solidaritas Institut Mosintuwu .

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda