Mendorong Penetapan Warisan Geologi Danau Poso, Melindungi Sejarah dan Situs Geologi

0
643
Watu mPangasa Angga. Foto : Sulawesi Keepers

Jalan panjang menuju penetapan Danau Poso sebagai taman bumi terus ditempuh tim Ekspedisi Poso. Dalam dua tahun belakangan didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya Dinas Pariwisata. Salah satunya upaya untuk mendesakkan penetapan Warisan Geologi Danau Poso.

Hari Kamis 21 September 2023, bertempat gedung Pusat Survey Geologi, Badan Geologi Kementerian ESDM, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir bertemu dengan plt Kepala Badan Geologi, Muhamad Wafid. Keduanya membicarakan perkembangan usulan yang diajukan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah menjadikan Danau Poso sebagai Taman Bumi(Geopark), khususnya penetapan Warisan Geologi Danau Poso. Penetapan Danau Poso sebagai warisan geologi merupakan tahapan awal dari proses menuju Geopark Danau Poso.

Usulan menjadikan Danau Poso sebagai Geopark sebenarnya sudah diajukan sejak tahun lalu. Tepatnya tanggal 6 Oktober 2022 bertempat di lantai 5 kantor Kementerian ESDM, Diah Agustiningsih Entoh menyerahkan dokumen Warisan Geologi Aspiring Geopark Danau Poso setebal 50 halaman kepada Kepala Badan Geologi, Eko Joko Lelono. Penyerahan dokumen kala itu didampingi oleh Lian Gogali, ketua Ekspedisi Poso; dan Ketua IAGI Dr. Burhanuddin. Penyerahan dokumen itu disaksikan beberapa pejabat Bappeda Sulteng dan Dinas Pariwisata.

Dokumen setebal lebih dari 50 halaman itu, disusun oleh gabungan ahli geologi seperti AM Suryanughara, akademisi yang penelitiannya bersama Prof. Robert Hall mengungkap proses pembentukan pulau Sulawesi. Juga ada Reza Permadi dan Firdha Rizqi, geolog dari Forum Geosaintis Muda Indonesia, Resti Samyati, seorang palaentologis, Abdullah dosen fakultas MIPA Universitas Tadulako, dan Abdul Rahman, geolog dari Universitas Pertamina.

Menindaklanjuti usulan itu, pada bulan Maret 2023 Badan Geologi menurunkan tim verifikasi lapangan untuk meneliti kembali dokumen  usulan warisan geologi yang sudah diserahkan. Selama 2 pekan di bulan Maret 2023 tim ini melakukan survey ke 20 titik di sekitar Danau Poso. Ke-20 lokasi tersebut adalah Green dan Blue Schist , Petirodongi , Wawondoda 1 ,Wawondoda 2 ,Gua Tangkadao , Gua Latea , Situs Ue Datu, Situs Ua Tangkaboba, Gua Pamona, Posunga Bangke , Situs Posunga Kodi 12. Kompleks Gua Torau, Air Terjun Saluopa, Pantai Siuri , Pada Marari, Bancea, Situs Makilo, Bukit Lamusa, Situs Kandela , Watu Pangasa.

Baca Juga :  Melukis Ancaman Lingkungan di Atas Jembatan Pamona

Mendorong Ekonomi Masyarakat.

Kembali ke pertemuan Wakil Gubernur Ma’mun Amir dengan plt Kepala Badan Geologi Muhamad Wafid. Di kesempatan itu, Ma’mun Amir menyampaikan harapan besar pemerintah provinsi Sulteng untuk mengembangkan sektor pariwisatanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya lewat Geopark Danau Poso.

“Pemerintah provinsi Sulawesi Tengah sangat berharap untuk sektor pariwisata dan pengembangan sektor lainnya. Salah satunya dengan kehadiran Geopark Danau Poso”kata Ma’mun Amir.

Pertemuan Wakil Gubernur Sulteng, Maa’Mun Amir dan Tim Ekspedisi Poso dengan Plt. Kepala Badan Geologi untuk mempercepat penetapa warisan geologi danau Poso. Foto : Dok.Mosintuwu/Basrul

Karena itu dia berharap, jika ada proses atau tahapan yang masih harus dilakukan pemerintah provinsi sebagai pengusul untuk segera dikomunikasikan agar secepatnya ditindaklanjuti. Harapan yang disampaikan Wakil Gubernur berkaitan dengan usaha pemerintah provinsi menaikkan level pariwisata Sulteng, khususnya Kabupaten Poso dari hanya tempat transit wisatawan asing menjadi tujuan utama. Geopark, dengan label ramah lingkungan dan berkelanjutan adalah nilai tambah yang diharapkan menarik semakin banyak jumlah kunjungan ke Sulteng.

Senada dengan Wakil Gubernur, Diah Agustiningsih Entoh mengatakan, keberadaan Geopark Danau Poso bisa meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sulteng, khususnya Kabupaten Poso. Kunjungan wisatawan akan memberikan kontribusi perekonomian bagi warga sekitar. Peluang pengembangan ekonomi di kawasan geopark merupakan salah satu unsur yang menjadikan usulan ini penting untuk kesejahteraan masyarakat. Geoproduk dalam bentuk kerjinan lokal, souvenir khas, makanan, demikian juga jasa layanan wisata seperti pemandu wisata, agen perjalanan, penginapan yang dikelola oleh masyarakat setempat. Hal lainnya adalah kegiatan rekreasi seperti atraksai wisata, kesenian dan budaya.

Baca Juga :  Revolusi Indonesia Saat Ini?

Dalam pemaparannya mengenai hasil verifikasi lapangan situs Warisan Geologi Danau Poso, Aries Kusworo dari Badan Geologi , perkembangan dokumen usulan Warisan Geologi Danau Poso. Sebanyak total 22 lokasi telah di verifikasi lapangan (20 Februari – 18 Maret 2023) disimpulkan geosite terdiri dari 15 lokasi usulan daerah dan 7 lokasi merupakan lokasi tambahan dari tim survei. Beberapa lokasi diantaranya memiliki kemungkinan besar sebagai calon warisan geologi adalah Pada Marari, Kompleks Gua Torau , Air Terjun Leboni, Ketidakselarasan Petidorongi , Kompleks Conical Hill Posunga , Travertine Saloupa , Batugamping Malihan, Watupangasa ,Gua Tangkoboba, Gua Latea, Bancea, Gua Korobono, Batuan Malihan Taripa, Gua Pamona ,Konglomerat Formasi Puna, Mata Air Panas Pantangolemba .

Aris juga menyebutkan adanya kebutuhan administrasi batas desa dimana situs geologi berada. Masalah batas ini sangat penting dari sisi administrasi, selain itu dimasa mendatang sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik antar desa. Hal lain yang harus disiapkan adalah sosialisasi kepada pemangku kepentingan dan warga desa dimana situs geologi berada agar bisa terlibat aktif jika sudah ditetapkan.

Tim Ekspedisi Poso bertemu Badan Geologi untuk mendiskusikan kebutuhan dokumen menuju Geopark Danau Poso. Foto : Dok.Mosintuwu/Basrul

Masyarakat Lokal, Kunci Penting Warisan Geologi menuju Geopark

Hal lain yang dibahas dalam pertemuan ini adalah pelibatan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam penetapan Geopark. Kepala Pusat Survei Geologi, menyebutkan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting karena pengelola geosite nantinya bukanlah pemerintah saja tapi terutama masyarakat setempat dan swasta. Ketua tim Ekspedisi Poso, Lian Gogali  yang ikut dalam pertemuan ini menjelaskan bagaimana keterlibatan masyarakat telah dimulai sejak perjalanan Ekspedisi Poso yang menjadi cikal bakal  penyusunan dokumen pengusulan Geopark Danau Poso.

Baca Juga :  Paralegal : Tentang Rakyat Yang Berjuang dan Ketidakhadiran Negara

“Salah satu hal penting dari geopark adalah keterlibatan masyarakat, peran aktif masyarakat di wilayah setempat sejak awal menjadi syarat dalam pelaksanaan perjalanan Ekspedisi Poso. Pertama-tama karena masyarakat di banyak wilayah yang kami datangi mengenal dan mengetahui lokasi tapi juga sejarah dan nilai yang berada di lokasi menjadi kuncinya. Selain itu, masyarakat setempat juga memahami dinamika sosial ekonomi budaya setempat ”.

Selanjutnya, Lian mengemukakan beberapa upaya yang sudah mulai dilakukan dengan kehadiran  kelompok sadar wisata(Pokdarwis) di desa-desa yang memiliki situs geologi yang masuk dalam usulan Warisan Geologi. Salah satunya di desa Peura. Yang menarik, Pokdarwis ini diorganisir oleh kelompok anak-anak muda. Menyoal kehadiran anak muda dalam geopark menjadi salah satu nilai penting. Di Indonesia sendiri Geopark Youth Forum telah dibentuk sejak tahun 2022. Anggota tim Ekspedisi Poso , Melani Mokonio ,Faudzia dan Kurniawan, juga menjadi bagian dari Geopark Youth Forum ini.

“Kita akan siapkan semua kebutuhan supaya proses penetapan(Warisan Geologi dan Geopark) bisa berjalan dengan cepat dan lancar”kata Ma’mun Amir diakhir diskusi di Badan Geologi. Wakil Gubernur juga menyebutkan , pemerintah akan memfasilitasi pertemuan di tingkat masyarakat dan membuat berita acaranya sebagai bagian dari komitmentnya. Dia optimis, Danau Poso akan segera mendapat status Warisan Geologi dan menjadi Unesco Global Geopark dimasa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda