Tentang KamiAbout Us

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Institut  MOSINTUWU adalah organisasi masyarakat akar rumput yang bekerja anggotanya terdiri dari para survivor konflik Poso.  Visi perjuangan Institut MOSINTUWU adalah rakyat berdaulat atas hak ekonomi, sosial, budaya dan hak sipil politik. Misi Institut Mosintuwu adalah: memperkuat wacana dan perjuangan kedaulatan rakyat atas hak  ekonomi, sosial, budaya, dan hak sipil politik

Institut MOSINTUWU  berdiri atas keprihatinan atas peristiwa kekerasan yang mengatasnamakan agama, dan adanya kepentingan ekonomi  politik dibalik konflik kekerasan yang berakhir pada pengelolaan sumber daya alam yang tidak berpihak kepada masyarakat miskin dan marginal. Saat ini Mosintuwu beranggotakan pihak-pihak dari berbagai latarbelakang suku dan agama yang ada di Kabupaten Poso dan Morowali. Nama  MOSINTUWU  diambil dari bahasa Pamona (salah satu suku di Poso) yang berarti Bekerja Bersama-sama. Penambahan kata Institut di depan kata MOSINTUWU menggambarkan semangat MOSINTUWU sebagai ruang kritis dalam menanggapi fenomena sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan di Kabupaten Poso, sekaligus menggambarkan basis dasar pergerakan MOSINTUWU adalah kajian kritis (melalui penelitian) yang direspon dengan mengembangkan berbagai bentuk program. MOSINTUWU saat ini beralamat di Tentena, namun memiliki cita-cita untuk dapat menjangkau beberapa wilayah lainnya di Sulawesi Tengah, terutama Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Tojo Una-una.

Program-program yang dikembangkan oleh Institut MOSINTUWU, dalam rangka mencapai visi misi adalah

A.    Bidang Pendidikan

  1. Sekolah Perempuan MOSINTUWU : Sekolah Perempuan MOSINTUWU adalah sekolah alternative untuk perempuan khususnya masyarakat akar rumput yang dilaksanakan selama satu tahun. Anggota Sekolah Perempuan dikumpulkan dari berbagai desa, dari berbagai agama dan suku. Di Sekolah Perempuan Mosintuwu, perempuan belajar  9 kurikulum, yaitu: 1). Agama, Toleransi dan Perdamaian, 2). Gender , 3). Perempuan dan Budaya Poso, 4). Kesehatan Seksual dan Hak Reproduksi, 5). Perempuan dan Politik,       6). Ketrampilan Berbicara dan Bernalar, 7). Hak Layanan Masyarakat, 7). Hak Ekonomi, Sosial, budaya dan sipil politik, 8). Ekonomi Komunitas.  Metode yang dikembangkan di sekolah perempuan Mosintuwu adalah : diskusi kelompok, ceramah, kunjungan lapangan, permainan, bermain teater, menonton film / diskusi film, membuat film pendek, menyanyi dan menari, debat. Saat ini Sekolah Perempuan Mosintuwu telah meluluskan 500 perempuan dari 70 desa di Kabupaten Poso dan Morowali, terdiri dari Angkatan I tahun 2010 – 2011, angkatan II tahun 2012 – 2013 dan angkatan III tahun 2014 – 2015.
  2. Project Sophia  : Project Sophia adalah perpustakaan keliling yang dikembangkan oleh MOSINTUWU untuk menfasilitasi ruang bertemu, bermain dan berekspresi bagi anak-anak di wilayah pasca konflik Poso melalui buku. Project Sophia tidak hanya menyediakan buku-buku melainkan melalui buku-buku melakukan permainan buku, mengembangkan aktivitas termasuk mempertemukan anak-anak dari berbagai agama dan suku di dalam satu desa atau antar desa. Project Sophia mengembangkan dua model utama dalam programnya yaitu: kunjungan perpustakaan ke desa-desa;  perpustakaan rumah (perpustakaan yang dikelola oleh anak-anak Kotak Ajaib); diskusi buku anak; dan festival anak / kemah anak perdamaian. Sejak tahun 2010, Project Sophia telah berkeliling sebanyak 105 kali di 24 desa di Kabupaten Poso. Perkembangan Project Sophia dapat diikuti melalui:  www.sophialibrary.blogspot.com
  3. Perpustakaan Sophia : Perpustakaan Sophia adalah program pengembangan dari Project Sophia, yaitu penyediaan akses buku-buku untuk anak-anak dan umum. Saat ini Perpustakaan Sophia sudah menyediakan 3500 buku anak-anak yang dapat diperpinjamkan selama tiga hari, dengan jumlah anggota perpustakaan 208 anak. Selain peminjaman buku, Perpustakaan Sophia mengadakan program “Hello Books” yaitu menyediakan ruang belajar bahasa Inggris bagi anak-anak untuk dapat membaca buku-buku berbahasa Inggris yang disediakan di perpustakaan; juga bekerjasama dengan Project Sophia menyelenggarakan Temu Anak / Festival Anak/ Kemah Anak Perdamaian.

B.    Bidang Pengorganisasian:

Pengorganisasian kelompok perempuan akar rumput untuk dapat secara aktif memperjuangkan perdamaian dan keadilan melalui pembangunan desa dan pembangunan daerah.

  1.  Perempuan Pembaharu Desa : Merupakan ruang bagi kelompok perempuan antar desa di Kabupaten Poso untuk mempersiapkan diri, melatih dan membangun solidaritas dalam rangka keterlibatan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa. Pengorganisasian juga mengakomodir kelompok perempuan untuk mengambil keputusan strategis dalam keterlibatan mereka di bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik. Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 adalah alat perjuangan yang digunakan oleh kelompok perempuan untuk terlibat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dalam desa. Perempuan Pembaharu Desa diorganisir dalam lima tim yaitu : tim usaha desa, tim anak, tim rumah perlindungan perempuan dan anak, tim media dan tim pendamping desa.
  2. Lingkar Diskusi dan Aksi : Lingkar Diskusi dan Aksi merupakan ruang analisa atas persoalan dan perkembangan , dinamika ekonomi, sosial, budaya dan politik lokal dan nasional yang diikuti dengan aksi bersama sebagai bentuk ekspresi kelompok perempuan dan anak. Selain diskusi, aksi bersama yang biasanya diselenggarakan adalah aksi One Billion Rising yaitu aksi kampanye penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak; aksi Kampanye Hari Perdamaian Sedunia dan sebagainya.
  3. Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak : Merupakan ruang advokasi litigasi dan non litigasi atas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak  , sekaligus kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Di Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak, diberikan jaminan perlindungan terhadap korban dan keluarga korban , selain  membantu memastikan berjalannya proses hukum yang adil
C. Bidang Media dan Kampanye
Untuk memastikan konsep kedaulatan rakyat atas ekonomi,  sosial, budaya dan politik yang dikerjakan dalam   program-program di Institut Mosintuwu dapat dikenal, dipahami dan didukung oleh masyarakat luas, termasuk untuk dapat mempengaruhi opini public, maka Media dan Kampanye menyediakan ruang Radio Komunitas dan Koran Perempuan Poso.
  1. Radio Komunitas : Media kampanye yang berfungsi untuk mengingatkan, dan mempengaruhi opini masyarakat, menghubungkan masyarakat dengan program-program yang dikerjakan oleh Mosintuwu melalui topik dan tema tertentu. Radio akan dikelola oleh anggota sekolah perempuan.
  1. Koran Perempuan Poso : Berfungsi untuk melakukan kampanye visi misi Mosintuwu dalam program-programnya untuk dapat mengingatkan, mempengaruhi  opini public mengenai tema tertentu yang sesuai dengan visi misi Mosintuwu (berdasarkan program), termasuk merebut ruang-ruang berpendapat yang menentukan dinamika ekonomi, sosial, budaya dan politik di lokal bahkan nasional.
  2. Media Sosial : Kampanye global dan internasional melalui media internet yaitu, www.perempuanposo.com , dan www.sophialibrary.blogspot.com; melalui media sosial : twitter @PerempuanPoso  dan @ProjectSophia1 , serta facebook : Mosintuwu Institute dan Perempuan Poso.
D.  Bidang Ekonomi Solidaritas : Ekonomi Solidaritas adalah program MOSINTUWU yang mengembangkan ekonomi masyarakat di wilayah MOSINTUWU dengan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik dan cerdas. Ekonomi Solidaritas yang saat ini dikembangkan adalah:
  1. Dodoha Mosintuwu : mengembangkan ruang bekerja dan berbagi yang terbuka bagi umum dengan menggunakan daya tarik rumah bambu sebagai ruang bersama antar komunitas. Dodoha Mosintuwu sekaligus menjadi  restoran dan tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang diorganisir oleh Mosintuwu maupun oleh pihak luar.
  2. Eko Wisata : Mengembangkan wajah baru Poso sebagai tanah harapan, dengan memperkenalkan kekayaan alam yang cantik, kebudayaan yang kaya dan keragaman yang unik kepada dunia luar baik lokal, nasional maupun internasional .
  3. Usaha Desa : Mengembangkan pola ekonomi alternative dengan membangun pola ekonomi baru yang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam desa dan kemampuan sumber daya manusia dalam menciptakan lapangan pekerjaan dengan membuat produk-produk unggulan desa.

MOSINTUWU STAFF :

  • Ketua                                                                   : Lian Gogali
  • Bendahara                                                           : Rosmawati
  • Admin                                                                 :  Fimmy Aprilia
  • Manager Program                                               :  Cici Mbaresi
  • Koordinator Bidang Pendidikan                         :  Asni Yati Hamidi
  • Koordinator Bidang Pengorganisasian               :  Martince Baleona
  • Koordinator Bidang Media dan Kampanye        :  Revlin Mandala
  • Koordinator Bidang Ekonomi Solidaritas          :  Tety Cahyati

Anggota :

  1. Yurlin Pamoso
  2. Yulianti Tagoe
  3. Evi Tampakatu
  4. Fitri
  5. Yulianus

Institute MOSINTUWU is a grassroots community movement in the post-conflict area of Poso, Central Sulawesi, Indonesia, consisting of survivors of Poso conflict. The name MOSINTUWU comes from the Pamona dialect (one of the tribes in Poso), and means Work Together or Togetherness. MOSINTUWU’s Vision is empowering the people’s struggle for sovereignty over their economic, social, cultural, political and civil rights.

Our Mission is to strengthen the discourse about popular sovereignty and the struggle for economic, social, cultural, political and civil rights in the context of conflict and post-conflict societies. We will do this in large part through our educational programs.

The issues of peace, justice, and grassroots reconciliation is a central issue that Institute MOSINTUWU embraced, as well as the fulfillment of the economic, social, cultural, and civil rights for the citizens of Poso. In particular MOSINTUWU focuses on this grassroots movement through the empowering women and children. In this context, at MOSINTUWU, together we have built a grassroots peace movement, especially of women and children, through four key areas:

A. Education: through MOSINTUWU Women’s School; Project Sophia (a mobile library for children); Sophia’s Library

B. Organisations; through Women’s Interfaith Organisation; Community Discussions; Advocacy for Women and Children’s Protection;

D. Economic Community, through A Bamboo Project ; An Organic Garden ; Cocoa – the development of cocoa production; Virgin Coconut Oil ; Eco-tourism – the development of eco-tourism to Lake Poso.

C. Media

MOSINTUWU STAFF :

Ketua : Lian Gogali

Bendahara : Sofyan

Sekretariatan : Suri Laurentia

Pendidikan : Olviani Tananda, Revlin Mandala, Alexis Brayton,

Pengorganisasian : Lina Laando, Asni Yanti Hamidi

Ekonomi Komunitas : Martince Baleona, Marlin, Sri Ratna Mbaresi, Dodi Barasongka

Riset dan Data Base : Arjuna

Mosintuwu currently has volunteer openings for those in and outside of Indonesia interested in the empowerment of women and children in the Poso post conflict zone. The link for the opportunity : http://www.idealist.org/view/internship/wck85SGGbZMD/

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.