Kaleidoskop Keamanan 2020, Petani Masih Terancam

0
463
Foto : Dok. Istimewa

Sepanjang tahun 2020 berbagai peristiwa kekerasan khususnya pembunuhan terhadap para petani masih terus terjadi di kabupaten Poso. Peristiwa pembunuhan keji tidak hanya terjadi di Kabupaten Poso tapi juga kabupaten sekitarnya yang wilayah hutannya berbatasan langsung,yakni Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Sigi. Tercatat 6 orang petani dibunuh dengan keji oleh gerombolan radikal bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora dan 3 orang petani menjadi korban salah tembak aparat keamanan. 

Operasi keamanan dengan sandi Tinombala tahun 2020 adalah tahun ke 4 dengan 3 kali perpanjangan masa operasi. Selain Satgas Tinombala, operasi keamanan di tahun 2020 juga diikuti dengan operasi pasukan khusus elit TNI.

Sementara itu, Kepolisian Resor Poso, menyebut di tahun 2020 baku tembak antara gerombolan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dengan aparat keamanan di kabupaten Poso semakin meningkat dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data peristiwa yang terjadi di tahun 2020, terjadi kontak senjata antara MIT dan kepolisian sebanyak 7 kasus. Peristiwa baku tembak itu meningkat sebanyak 5 kali dibandingkan tahun 2019 sebanyak 2 kasus.

Peristiwa kekerasan tidak hanya menimbulkan teror ketakutan tapi berdampak ekonomi. Akibat berbagai peristiwa pembunuhan terhadap petani, para petani di wilayah Poso Pesisir dan sekitarnya memilih meninggalkan kebunnya. Ratusan hektar kebun tidak diolah, para petani sebagian beralih lapangan pekerjaan.

Media mosintuwu.com mencatatkan peristiwa keamanan di Kabupaten Poso dan sekitarnya sepanjang tahun 2020.

Maret 

Bersamaan dengan diumumkannya Covid-19 sebagai bencana nasional diikuti himbauan protokol kesehatan, warga petani  di desa-desa wilayah Poso Pesisir memilih berkebun.  

17 Maret – 2 anggota Mujahidin Indonesia Timur ( MIT ) menyerahkan diri ke Densus 88 di Poso.

28 Maret – operasi Tinombala diperpanjang. Ini merupakan perpanjangan operasi keamanan yang ke 11 , dengan tujuan mengejar kelompok teroris pimpinan Ali Kalora yang bergabung dalam  MIT.  Ketika operasi Tinombala pertama kali digelar, tercatat 41 DPO sebagai target operasi. Maret 2020, 16 DPO menjadi target operasi.

April

Selama April, 3 orang warga tidak bersalah dibunuh. 2 orang petani dibunuh gerombolan MIT pimpinan Ali Kalora, 1 orang pemuda ditembak Polisi. Lokasi pembunuhan para petani ini merupakan pusat operasi Tinombala yang misinya mengejar Ali Kalora dan kawanannya. Dampak peristiwa ini sebagian besar petani takut berkebun di kaki bukit sepanjang Poso Pesisir Selatan hingga Poso Pesisir Utara meninggalkan lahan mereka.  Selengkapnya peristiwa ini adalah :

Baca Juga :  Kerusakan Ekosistem dan Harga Mahal yang Dibayar Generasi Masa Depan

8 April 2020 –  Pembunuhan terhadap Daeng Tapo (52) petani di dusun Sipatuo desa Kilo kecamatan Poso Pesisir Utara kabupatan Poso terjadi pada tanggal 8 April 2020. Daeng Tapo adalah petani yang sehari-hari mengolah kebun kakao dipegunungan Mataingi sebelah barat desa Kilo. MIT kemudian mengakui sebagai pihak yang bertanggungjawab melakukan pembunuhan itu dengan alasan korban sering membantu Polisi.

9 April 2020 –  Sehari setelah peristiwa pembunuhan Daeng Tapo oleh gerombolan MIT. Pada 9 April 2020 1 orang anak muda bernama Qidam Mowance Alfaridzi(20) meninggal dunia ditembak aparat keamanan di desa Membuke kecamatan Poso Pesisir Utara sekitar pukul 23:00 wita.  Alasan penembakan itu dilakukan karena Polisi mengira Qidam adalah anggota MIT.  Namun Polisi  kemudian mengakui bahwa mereka keliru. Hingga saat ini proses hukum terhadap para pelaku penembakan ini belum terdengar.  Keluarga korban hingga sekarang masih menuntut agar kasus penembakan ini diusut tuntas.

15 April 2020 – Dua orang yang disebut anggota MIT bernama Muis Fahron alias Abdullah dan Ali alias Darwin Gobel menyerang anggota Polisi yang sedang berjaga di Bank Syariah Mandiri Poso. Keduanya kemudian meninggal dunia ditembak aparat keamanan saat bersembunyi disebuah pondok di kelurahan Kayamanya.

19 April 2020  – Berselang 10 hari setelah penembakan terhadap Qidam, kekerasan kembali terjadi di wilayah Poso Pesisir Utara.  Ajeng atau papa Angga, seorang petani warga desa Kilo dibunuh gerombolan MIT di kebunnya di KM 8 desa Kawende. Lokasi ini adalah hamparan lahan perkebunan yang dikelola warga beberapa desa di kecamatan Poso Pesisir Utara. Ajeng dibunuh setelah dituduh menjadi  Banpol atau membantu Polisi dalam pengejaran MIT.

Juni

Enam orang petani yang sedang beristirahat di sebuah pondok di kawasan perkebunan KM 8 desa Kawende kecamatan Poso Pesisir Utara diberondong tembakan. Peristiwa yang terjadi pada 2 Juni sekitar pukul 14:20 wita itu menyebabkan 2 orang yakni Firman (17) dan Syarifudin (257) meninggal terkena peluru. Penembaknya adalah aparat keamanan dari Satgas Tinombala yang sedang berpatroli. Oleh Polisi, kawasan ini memang dianggap rawan karena kerap didatangi gerombolan MIT. Sama dengan penembakan terhadap Qidam, pihak kepolisian menyebut tindakan anggotanya melakukan penembakan sudah sesuai prosedur.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Fasilitas RSUD Poso Tidak Bertambah

Tanggal 28 Juni, Operasi Tinombala kembali diperpanjang hingga 20 September 2020. Ini adalah perpanjangan operasi keamanan yang ke 12 untuk mengejar kelompok MIT yang jumlahnya 14 orang. 

Juli

Kapolda Sulteng Irjen Syafril Nursal, dalam wawancara dengan radio RRI mengatakan adanya pabrik teroris di Poso. Pernyataan ini merujuk kemungkinan adanya lembaga pendidikan di Poso yang mengajarkan paham radikal.

Bupati Poso, Darmin A Sigilipu mengatakan, ada beberapa pesantren yang dikategorikan ilegal. Menurut Darmin,  perihal keberadaan pesantren yang dikategorikan ilegal ini akan dibicarakan  dengan kantor Kementrian Agama di Poso termasuk dengan tokoh-tokoh agama , dengan melibatkan  Kapolres dan Dandim untuk mencari langkah-langkah yang tepat.

Agustus

Pembunuhan masih terus terjadi di wilayah konsentrasi operasi Tinombala. 

Tanggal 8 Agustus, sekitar pukul 14:00 Wita, Agus Balumba, warga desa Sangginora kecamatan Poso Pesisir Selatan  dibunuh gerombolan MIT di kebunnya pegunungan Tahiti. Saat peristiwa terjadi seorang warga lainnya yang menjadi saksi menceritakan, saat mereka sampai di kebun, anggota gerombolan MIT sudah ada di pondok mereka. Pada saat itu saksi dan korban digiring untuk bertemu anggota MIT yang ada di pondok, karena merasa terancam saksi kemudian meloncat dan melarikan diri, tidak lama terdengar suara tembakan.

15 Agustus, 150 pasukan elit TNI dikirim ke Poso untuk membantu pasukan yang sudah ada di Poso untuk memburu kelompok MIT. Pengiriman pasukan elit ini tidak termasuk dalam Satgas Tinombala. 

September

20 September Operasi Tinombala kembali diperpanjang hingga Januari 2021. Ini adalah perpanjangan operasi keamanan yang ke 13 . Kapolda Sulawesi Tengah, Kapolda Sulawesi Tengah menyebutkan ada 13 orang DPO yang jadi target operasi keamanan saat ini.

November

Wahid dan Azis Arifin, DPO teroris MIT ditembak mati oleh Satgas Tinombala tanggal 17 November di kebun warga di Desa Bolano Barat, kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong.

4 orang petani di pemukiman trans Levonu dusun Tokulemo desa Lembantongoa kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi dibunuh gerombolan MIT saat sedang berada dirumah. Peristiwa yang terjadi pada 27 November 2020 sekitar pukul 07:30 wita  ketika 2 orang korban, Yasa dan Pedi sedang sarapan. Para anggota gerombolan ini kemudian juga membunuh Naka dan Pinu, 2 petani lainnya di dusun itu.

Baca Juga :  “Boskuuh, Adakah…Brrrr….?” : Cerita Narkoba Menjangkau Desa

Dusun Levonu ini berbatasan dengan hutan Taman Nasional Lore Lindu sampai di kabupaten Poso hingga wilayah Salubanga kabupaten Parigi Moutong yang menjadi daerah operasi Ali Kalora dan kawanannya. Dalam peristiwa itu, 7 rumah warga dibakar 

Setelah peristiwa ini warga mengungsi bersama di pusat Desa Lembantongoa. Peristiwa ini mempengaruhi para petani di wilayah Poso Pesisir dan sekitarnya tidak lagi berkebun meskipun berjarak dekat dengan desa. Sementara kebun-kebun yang berjarak lebih jauh sudah lama ditinggalkan dan tidak lagi diolah karena ketakutan. 

Desember 

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono memastikan operasi Tinombala akan diperpanjang mulai tahun 2021 setelah perpanjangan operasi bulan Desember 2020 selesai. Rusdi mengatakan, dalam perpanjangan operasi tahun 2021 itu keterlibatan TNI akan semakin besar. Jika operasi kemanan diperpanjang tahun 2021, maka ini merupakan tahun kelima operasi Tinombala untuk mengejar teroris. Kapolda Sulteng menyebutkan jumlah DPO saat ini adalah 11 orang.

Sementara itu, 30 pasukan tambahan berasal dari satuan khusus TNI AD dan TNI AL dikerahkan untuk mengejar kelompok MIT yang membunuh 4 orang petani di desa Lembantongoa. 

Pangdam X Merdeka Mayjen TNI Santos G. Matondang meresmikan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 15/Siwagi Lemba Maroso bertempat di Mako Denzipur 15/SLM, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Pangdam XIII/Merdeka mengatakan, pembentukan satuan baru Denzipur 15/Siwagi Lemba Maroso adalah implementasi perencanaan strategis dalam pembangunan kemampuan pertahanan matra darat untuk menghadapi kemungkinan ancaman dan kontijensi di wilayah Kodam XIII/Merdeka guna mendukung tugas pokok TNI AD maupun Kodam XIII/Merdeka.

Selain Denzipur, di kabupaten Poso juga terdapat markas Batalion Sinmar 714 di desa Maliwuko, 3 kompi TNI AD yang terletak di desa Pasir Putih kecamatan Pamona Selatan, desa Kawende kecamatan Poso Pesisir Utara dan Kelurahan Kawua kecamatan Poso Kota Selatan.

Hingga akhir Desember 2020, ratusan hektar kebun ditinggal para petani karena rasa tidak aman. 

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda