Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Fasilitas RSUD Poso Tidak Bertambah

0
432
RSUD Poso tampak dari depan. Foto : Dok. RSUD Poso

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso, fasilitas layanan kesehatan terbesar di kabupaten Poso ditutup sementara . Penutupan itu diberlakukan sejak hari Sabtu, 19 Desember 2020, selama 14 hari. Keputusan yang disampaikan manajemen RSUD Poso menyebutkan sebabnya adalah 36 orang tenaga medisnya terkonfirmasi positif covid19. Padahal, RSUD Poso adalah satu-satunya rumah sakit rujukan untuk merawat pasien Covid19 di Kabupaten Poso. 

Jauh sebelum penutupan, manajemen RSUD Poso juga sudah mengeluarkan surat penyampaian bahwa ruang perawatan khusus Covid19 sudah terisi penuh. Dalam surat bertanggal 4 Desember 2020 yang dikirimkan kepada Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Poso, RSUD Poso mengumumkan menolak pasien covid-19 baru termasuk yang berasal dari rujukan puskesmas di kabupaten Poso. Keputusan itu diambil karena  fasilitas ruang perawatan khusus pasien Corona dirumah sakit milik pemda itu saat ini terisi penuh.

Dalam suratnya, Sekretaris RSUD Poso, Risa Rerungan menjelaskan, 3 ruangan isolasi yang ada, masing -masing berkapasitas 4 tempat tidur, 6 tempat tidur dan 9 tempat tidur saat ini semuanya sudah terisi penuh oleh pasien Covid19.  Surat tersebut juga ditembuskan ke 23 puskesmas, rumah sakit dr Yamto milik TNI AD di Poso,  rumah sakit Sinar Kasih Tentena milik GKST serta fasilitas kesehatan lain di Kabupaten Poso. 

Surat tentang penolakan pasien Covid19 karena ruang perawatan telah terisi penuh diikuti dengan surat pada tanggal 8 Desember 2020  tentang status tenaga media RSUD Poso. Dalam surat tersebut, pihak RSUD Poso menyampaikan adanya 20 orang tenaga medis mereka yang terkonfirmasi positif covid19. Mereka ini terdiri dari perawat, tenaga farmasi, dan tenaga laboratorium yang sehari-hari melayani masyarakat. Disaat bersamaan, jumlah masyarakat umum yang terkonfirmasi positif covid19 juga mengalami lonjakan hingga mencapai 248 orang. 

Sepuluh hari kemudian, tanggal 18 Desember 2020, manajemen RSUD Poso menyampaikan surat permohonan penutupan layanan kesehatan mereka setelah 36 orang tenaga medisnya terkena Covid19. Sepanjang 10 hari, sejak 8 sampai 18 Desember 2020, jumlah warga Poso yang terkonfirmasi tertular covid19 sebanyak 107 orang. Dengan penambahan yang besar seperti itu, kapasitas ruang perawatan yang tersedia hanya 19 tempat tidur untuk yang berkategori suspect dan positif covid19.

Baca Juga :  Tidak Ada Teladan dan Ketidakpedulian : Kasus Covid-19 Poso Meningkat

RSUD Poso diketahui memiliki  20 orang dokter ahli, 10 dokter umum. Terdapat juga  sekitar 600 orang perawat.  Upaya melindungi tenaga kesehatan agar tidak tertular covid19 sudah berusaha dilakukan dengan menyiapkan mekanisme screening bagi pasien yang datang berobat termasuk menyiapkan perlengkapan seperti pakaian Hazmat serta Alat Perlindungan Diri untuk para petugas dirumah sakit.

Penolakan pasien Covid19 disusul dengan penutupan RSUD Poso,  menunjukkan belum siapnya pemerintah daerah menghadapi lonjakan kasus Covid19. Sementara, kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan dan ketegasan pemerintah daerah dalam menjalankan protokol kesehatan semakin menurun. Kegiatan masyarakat seperti pesta dan perayaan terus berlangsung, termasuk kegiatan politik seperti Pilkada tetap dilangsungkan.  Kurangnya kapasitas perawatan yang dimiliki rumah sakit pemerintah di kabupaten Poso menjadi salah satu contohnya.

Dikutip dari laman voaindonesia.com, edisi 8 Desember 2020, direktur RSUD Poso, dr Hasmar Massalindri mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya sudah mengalami kekurangan tenaga kesehatan karena dalam 3 minggu sebelumnya, 20 orang perawat, tenaga farmasi dan tenaga laboratorium di rumah sakit itu terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19.  Adapun RSU Sinar Kasih Tentena, sebagai penyangga menurut dr Mardi Tado’u juga hanya memiliki 3 dokter umum dan 1 dokter kandungan serta 15 perawat yang bersiaga setiap hari.

Sementara itu, RSU Sinar Kasih Tentena, rumah sakit kedua terbesar di Kabupaten Poso  yang berfungsi sebagai rumah sakit penyangga hanya  menyiapkan 2 ruangan yang memiliki 5 tempat tidur khusus pasien suspect covid19 . Namun rumah sakit ini bukan tempat perawatan untuk mereka yang sudah dinyatakan positif.  Rumah sakit ini sempat menutup sementara layanan Unit Gawat Darurat dan Rawat Inap pada tanggal 28 November 2020, karena satu perawat dinyatakan positif Covid19. 

Pemerintah Daerah Kabupaten Poso pada tanggal 26 Maret 2020 telah menetapkan dua gedung milik Pemda yakni rumah jabatan wakil Bupati Poso dan Hotel Wisata sebagai tempat isolasi dan perawatan bagi pasien warga Poso yang terpapar virus Corona atau COVID-19. Saat ini hanya Hotel Wisata yang menjadi tempat isolasi pasien Covid19, namun tidak dirancang menjadi ruang perawatan darurat pasien Covid19.

Baca Juga :  Menakar Kesiapan Penanganan Covid-19 di Poso

Fasilitas RSUD terbatas, Pasien Karantina Mandiri

Kurangnya ruang perawatan bagi pasien covid19 di kabupaten berimbas pada layanan kepada mereka yang dinyatakan positif. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Poso, dr Taufan Karwur dalam wawancara dengan sejumlah media mengatakan, pasien positif yang dirawat di RSUD Poso hanyalah yang memiliki gejala dan memerlukan perawatan medis. Adapun yang tidak memiliki gejala diminta menjalani karantina mandiri.

Proses karantina mandiri, apalagi bagi pasien yang tidak memiliki ruang khusus di rumahnya tentu menjadi persoalan serius, misalnya bisa menularkan virus yang di idapnya kepada anggota keluarga yang lain. Tidak semua kondisi rumah di Kabupaten Poso memenuhi syarat untuk melakukan karantina mandiri, disamping masih kurangnya pengetahuan warga untuk menghadapi pasien Covid19 yang sedang karantina mandiri. Data dinas kesehatan provinsi hari Jumat 18 Desember 2020 menunjukkan ada 132 orang pasien covid19 di kabupaten Poso yang saat ini menjalani karantina mandiri. Hanya 10 orang yang menjalani perawatan di RSUD Poso. 

Menurunnya kewaspadaan menghadapi Covid19 memang sudah terasa ditengah masyarakat Poso beberapa bulan belakangan. Saat sejumlah warga yang ditanya mengapa tidak lagi memakai masker saat bepergian keluar rumah menjawab bahwa mereka yakin tidak akan tertular virus Corona. Di tempat-tempat umum seperti pasar, jumlah orang yang tidak menggunakan masker semakin banyak.  Padahal, penyebaran covid19 di kabupaten Poso kini lebih mudah karena bertransmisi diantara orang-orang sekitar atau transmisi lokal.

Dalam wawancara di radio Mosintuwu, Diana Penyami, salah seorang perempuan penyintas Covid19 di Jakarta mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah sangat ketat mengikuti protokol kesehatan , namun tetap tertular. Awalnya, Diana meminta agar bisa melakukan karantina mandiri, namun pihak RS menyarankan untuk mendapatkan perawatan khusus. Penularan Covid19 didapatkan Diana dari suaminya , diikuti oleh seluruh anggota keluarganya. Diana dan seluruh anggota keluarga dirawat inap di rumah sakit yang berbeda-beda. Pengalaman Diana terjadi di Jakarta yang masih memiliki kemungkinan adanya ruang darurat fasilitas rumah sakit. Hal berbeda terjadi di Kabupaten Poso. Mereka yang melakukan karantina mandiri karena tidak ada pilihan. 

Per 19 Desember 2020, data gugus tugas percepatan penanganan covid19 Kabupaten Poso  menunjukkan jumlah total kasus Covid-19 mencapai 344 orang. Pada tanggal 17 Desember 2020 terdapat penambahan 13 kasus positif baru yang berasal dari seluruh kecamatan di kabupaten Poso. Saat ini 245 orang sudah dinyatakan sembuh, 90 orang sedang dalam perawatan dan 9 orang meninggal dunia. Data ini sedikit berbeda dengan data yang dirilis oleh dinas kesehatan provinsi Sulawesi Tengah yang menunjukkan ada 142 orang dalam perawatan maupun isolasi mandiri. 

Data yang dihimpun tim redaksi mosintuwu.com dari dinas kesehatan kabupaten Poso menunjukkan, sejak tanggal 6 sampai 13 Desember 2020, jumlah warga Poso yang terkonfirmasi positif covid19 bertambah sebanyak 63 orang. Dengan jumlah kasus terbanyak ada di wilayah Poso Kota Utara, Poso Kota, Poso Kota Selatan serta kecamatan Lage. Dalam data yang dipublikasikan di akun media sosial kominfosandi kabupaten Poso tanggal 6 Desember 2020 terlihat jumlah total pasien yang sedang dirawat baik di rumah sakit maupun yang menjalani karantina mandiri sebanyak 86 orang. Hari itu ada penambahan 29 kasus positif baru sehingga menambah total jumlah warga Poso yang tercatat tertular covid19 sebanyak 233 orang.

Baca Juga :  Widya, Perempuan Pembela Hak Masyarakat

Selanjutnya pada 7 Desember 2020, terjadi penambahan 2 kasus baru, sedangkan yang sembuh sebanyak 9 orang. Kemudian pada 8 Desember ada penambahan 11 kasus baru dan 13 orang dinyatakan sembuh. Kemudian 9 Desember ada tambahan 1 kasus baru dan 2 orang sembuh.

Selanjutnya pada tanggal 10 Desember ada 2 kasus baru, demikian pula pada 11 Desember ada tambahan 2 kasus baru lagi. Sedangkan pada hari Minggu 18 Desember 2020 ada penambahan 13 kasus baru. Total jumlah kasus orang terkonfirmasi covid19 hingga 18 Desember 2020 sebanyak 344 orang dengan 245 orang sudah dinyatakan sembuh serta ada 7 orang meninggal dunia. Adapun jumlah kasus suspect mencapai 30 orang.

Terus bertambahnya jumlah kasus positif di kabupaten Poso menunjukkan kurang disiplinnya pelaksanaan protokol kesehatan di tengah masyarakat ditambah semakin banyaknya jumlah kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Padahal kapasitas rumah sakit penuh dan ruang perawatan darurat tidak disiapkan. 

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda