Tiga Band Poso Luncurkan Album “Ingatan tentang Alam”

0
185

Tentena – Album Kompilasi Tana Poso diluncurkan di Dodoha Mosintuwu, Tentena, Poso Rabu (14/2) malam. Di dalam album kompilasi tersebut berisi lagu-lagu bertajuk Ingatan Tentang Alam.

Koordinator ‘Program Anak muda’ Institut Mosintuwu Yenny Tarau mengatakan, peluncuran album Tana Poso untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda di Kabupaten Poso berkreatifitas mengembangkan diri mereka. Selain itu, Institut Mosuntuwu ingin mengajak dan menyerukan kepedulian terhadap kelestarian alam tana Poso melalui lagu-lagu bertajuk Ingatan Tentang Alam.

“Tahun ini Mosintuwu ingin menguatkan komitmen membangun gerakan kebudayaan bersama anak muda Poso. Album Tana Poso ini menjadi semacam pintu gerbang untuk mengawali gerakan tersebut,” kata Yeni di Dodoha Mosintuwu, Kamis (15/2/2018).

Watumpoga’a Band

Band di dalam Album Kompilasi Tana Poso tambah Yeni, terdiri dari tiga grup band yakni Sintuwu Akustik, Watumpoga’a Band dan STT Ue Puro Band. Mereka memainkan musik berisi 6 lagu daerah yang diproduseri oleh Institut Mosintuwu ini, yakni Inanco, Waya Masapi, Matiandano, Yondo Pamona, Lipu Mpeari dan Isua Tempo. “Lagu-lagu ini diaransemen ulang oleh para musisi muda,” katanya.

Baca Juga :  Lingkaran Perempuan untuk Masa Depan Damai dan AdilWomen’s Circle for Peaceful and Just Future

Sementara itu, Budayawan Poso, Yustinus Hokey mengapresiasi upaya Institut Mosintuwu merangkul anak-anak muda lewat seni. Membangun generasi muda yang lebih baik dan terbuka memerlukan ruang untuk mengekspresikan diri.

Seni merupakan diplomasi terhadap anak muda mempertahankan kebudayaan sekaligus mengajak mereka untuk berbuat positif tanpa menggurui.

STT Ue Puro

Pada saat peluncuran album tersebut ratusan orang memadati aula Dodoha Mosintuwu di Tentena, Rabu (14/2) malam. Mereka nyaris memadati aula yang mampu menampung 200 orang pengunjung itu.

Beberapa penonton yang hadir mengatakan, munculnya album tana Poso ini membuat mereka terinspirasi untuk membuat karya yang bukan hanya bisa membantu mengkampanyekan ke dunia luar bahwa selain indah, Poso punya banyak talenta.

“Bikin karya, supaya orang luar tahu kalau Poso indah, Poso bukan tempat untuk orang berkelahi,” kata Ikhal (16) pelajar yang datang menyaksikan peluncuran album tana Poso.

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda