Galeri Hasil Bumi Poso di Festival

0
1170

“Seluruh sumber daya ekonomi desa dikelola dengan pengetahuan dan tradisi lokal dan menjelma menjadi aneka produksi yang menggugah. Nadi berdetak” Demikian catatan Prof. Ahmad Erani di media sosial menyampaikan kekagumannya terhadap galeri hasil bumi yang ditampilkan di Festival Hasil Bumi Poso. Festival Hasil Bumi yang pertama kali diselenggarakan di Poso ini diorganisir oleh Institut Mosintuwu bekerjasama dengan Forum Desa Kabupaten Poso.

Dilaksanakan sejak tanggal 3 – 4 November 2016, ibu dan bapak petani dari desa sudah berdatangan sejak tanggal 2 menggunakan beberapa mobil yang mengangkut hasil bumi mereka. Desa Masamba, membawa serta dua mobil berisi sayur-sayuran segar dan buah-buahan bersama dengan produk krupuk sayuran dan kue. Dusun Kassa Desa Pandiri membawa serta dua karung batata yang langsung diminati banyak orang, termasuk krupuk ubi dan buah-buahan. Demikian pula Dusun Transmadoro Desa Tiu yang bukan hanya membawa hasil bumi tapi anyaman pandan dalam bentuk tikar, bingka dan beragam tempat penyimpanan. Sementara Desa Tokorondo datang membawa olahan penganan dari rumput laut dan kerajinan unik dari sampah bekas.

Baca Juga :  Sawah-sawah Tenggelam, Kerbau Mati: Nasib Warga Tepi Danau Poso

Desa-desa lainnya seperti Dulumai, Bancea, Kuku, Didiri, Kilo, Tiu, Saojo dan lainnya tidak ketinggalan membawa hal yang khas dari desanya masing-masing. Semua produk yang dibawa dari desa-desa ini disebut-sebut khas dan rutin dilakukan “ Kami tidak bawa hanya karena ada pameran, tapi inilah yang ada di desa, dan inilah yang kami upayakan pengolahannya” jelas ibu dari Desa Kuku.

Dulumai memajang dua pasang sofa dari bambu serta kerajinan dari keranjang. Bancea memamerkan kemampuan pengolahan bambu dalam bentuk lampu, dan alat dapur yang unik, termasuk tempat penyimpanan yang dianyam dari rotan. Kilo datang dengan kekayaan alam pesisir Poso dalam bentuk minyak kelapa dan minyak murni, juga olahan rica. Semua desa-desa menyatakan kekayaan alamnya dan usaha yang kreatif yang diupayakan untuk menjadikan hasil bumi bermanfaat bagi orang lain. Sebagian besar apa yang dilakukan oleh desa-desa ini tidak mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan hanya sebagian dari desa yang mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desanya.

Baca Juga :  Komunitas Indonesia untuk Adil dan Setara di Sulawesi Tengah

“ Saya bisa mengatakan, bagi desa-desa yang belum bergabung dengan gerakan ini, bahwa ini langkah yang benar. Sudah langkah yang benar untuk menuju kedaulatan desa” Tegas Dirjen PPMD, Ahmad Erani dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah peserta Festival Hasil Bumi.

Hingga hampir penutupan Festival, pengunjung terus mendatangi galeri hasil bumi desa-desa ini merayakan kekayaan desa dengan membelinya. Rita, salah satu pengunjung dari Kota Poso mengungkapkan “ Luar biasa. Ini mengingatkan ulang kita betapa kaya negeri Poso, betapa kita harusnya berterimakasih pada alam dengan mengolahnya untuk kesejahteraan masyarakat”

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda