Tanah Yang Lelah

0
137
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Pori-pori kami dipaksa mampu menyerap udara lembab di tempat hujan tak pernah singgah lagi
Itu sebabnya keringat bercucuran seperti linangan air mata para ibu yang air susunya kering
Maka kulit kami menjadi basah dan kesah berlimpah mendaur ulang hidup bertahun kemarin
Lalu menguap lagi karena cahaya matahari lebih lama berdiam di atas tubuh yang semakin gelap
Sementara beribu kuman telah datang dan pergi, hidup dan mati atau berdiam sepanjang umur

Dan setiap nyanyi pagi terdengar bagai cericit burung yang kerongkongannya
luka berdarah mengiringi langkah jemari yang semakin cepat dapat menyentuh ujung helai rambut
Menyeret setiap langkah kaki yang semakin lambat mencapai perigi yang berair tanpa henti
Di tengah bumi berhamburan sayap angin mati, lalu berguguran satu demi satu
Membuat kami berhenti melihat hamparan tanah kering lelah yang terbelah-belah

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda