Kami Saling Melindungi, Islam Ajarkan Kalimat Syahadat,Kristen Ajarkan Doa Bapa Kami…

0
544

Kami sekeluarga besar, juga bertetangga ada yang beragama Islam dan ada yang beragama Kristen, itu karena sudah kawin mawin dan masing-masing taat beragama. Kami tidak mengganggu satu sama lain. Kami percaya, agama itu urusan kita dengan Tuhan. Waktu konflik, urusan agama dibawa-bawa. Awalnya kami bingung, sudah rapat sekeluarga, yang Islam mau ke arah sana dan yang Kristen mau di arah sini. Tapi nenek ingatkan kami kalau kami ini bersaudara. Lama sekali kami bergumul karena kampung-kampung sudah dibakar, so tidak lama lagi pasti sampai di kampung kami. Tetangga sudah banyak yang mengungsi, kami sekeluarga besar akhirnya mengungsi juga ke hutan.

Lalu pulang lagi ke kampung karena katanya sudah tenang ada tentara. eh ternyata tahun 2000 rusuh lagi, dan lebih parah. Orang-orang tercerai berai, banyak yang panik. Kami lihat sendiri yang dulunya sangat dekat satu sama lain menjadi saling curiga. kacau sekali waktu itu, sulit digambarkan tapi saya masih ingat sekali.

Malamnya ada isu kalau sudah ada sweeping di jalan-jalan keluar dan orang-orang yang mau menyerang sudah mau masuk kampung. Kami rapat sekeluarga dan memutuskan mengungsi bersama. Di dalam mobil, kami ketemu dengan arus pengungsi lain yang sudah terpisah-pisah. Kami berjanji saling melindungi, waktu itu bukan cuma keluarga besar tapi juga tetangga yang beragama Kristen. Di tengah jalan kami saling mengajarkan ajaran agama. Kalau yang beragama Kristen ajarkan doa bapa kami, yang Muslim ajarkan kalimat Syahadat…Itu untuk jaga-jaga, jadi kalau yang sweeping kelompok Islam, pasti kalimat Syahadat yang ditanya. Waktu itu kami tidak tahu berhasil atau tidak, kami hanya berusaha supaya semuanya saling dilindungi. Kalau yang perang disana katanya islam dengan kristen, biar jo dorang saja yang perang, tapi kami tidak. Islamnya dorang jo yang perang, kristennya dorang jo yang perang….Kami ini keluarga.

Baca Juga :  Teror dan Politik Ingatan Teror dan Political Remembering

bersambung….

(Seperti dikisahkan oleh IbuĀ  S kepada Perempuan Poso)

Tinggalkan Balasan

Silahkan berkomentar
Mohon masukkan nama anda